Sunday, August 23, 2015

Tangan, Mulut, Mata, Pipi, Telinga, Hati

Tangan
Tak pernah penat menaip dari pukul sebelas malam sehinggakan dua pagi
Tak mengapa, asalkan tuan empunya suka kata tangan

Mulut
Tersenyum tiap kali mendapat notification Skype atau Hangouts
Gelak yang terkeluar dari kerongkong tatkala si dia membuat lawak jenaka

Mata
Malam yang terisi dengan webcam di antara si dia
Tanpa suara yang terkeluar
Hanya melihat ragam masing-masing
Tak pernah jemu

Pipi
Merah tiap kali di puji
Malu agaknya
Tak pernah di renung sebegitu rupa
Tak pernah

Telinga
Petikan gitar yang jauh kedengaran setiap kali dialunkan
Alangkah indahnya malamku diiringi selalu
Menenangkan hatiku

Hati
Girang mengenali seorang insan yang menepati citarasa ku
Mungkin cinta dan katanya bukan
Musykil aku dibuatnya
Tapi yang ku tahu ku rasa
Dia menyentuh hatiku tanpa aku melihat wajahnya terlebih dahulu

Tangan
Cepat-cepat mencapai telefon mudahalihku
Kadangkala menunggu, kadangkala pantas melihat notifikasi baru
Mungkin si dia menghantar mesej di Skype atau Hangouts
Kosong dan bukan dari dia

Mulut
Terkumat-kamit marah pada mulanya
Bertanya kenapa dia diam tanpa khabar
Ya, aku menunggu. 
Setelah lama menunggu, mulut penat hendak berkata-kata lagi

Mata
Laptop dan telefon ku lihat
Pedih ku dapat
Pada gajet itulah aku dan dia berhubung
Kini ku pandang kosong
Air mata tak pernah penat mengalir
Ya, aku rindu. Sangat.

Pipi
Merah bagaikan dicubit
Lembap dibasahi air mata
Tak sempat kering, mengalir lagi menuruni pipi tembamku

Telinga
Terngiang-ngiang mendengar notification
Kadangkala tidurku dikejutkan bunyi seakan notifikasi Skype dan Hangouts
Terus kucapai telefon
Wifi aku Off dan mustahil ada notifikasi
Oh! mimpi agaknya

Hati
Kalau dikira
Sejak aku tahu kebenarannya
Hancur luluh hanya Allah yang tahu
Kalau diikutkan hati yang lumat ketika itu
Mahu aku lari sejauh mungkin
Tapi aku lemah, tak berganjak
Aku menunggu
Mungkin berharapkan si dia sudi melamarku akhirnya


Ya, Aku hancurkan hatiku demi dia.
Aku menunggu yang tak sudi dan tak pasti.

Apa yang pasti, hari-hari kelamku pasti berakhir.
InsyaAllah.

Dear my beloved Bro,
I forgave you since that day. But I will never forget.

-NNF88-